MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

NASIONALISME INDONESIA DALAM PERSPEKTIF PANCASILA

 

DISUSUN OLEH :

1.Muhammad Hafiz    (12422029)

2.  Zeni Widiastuti      (12422033)

3.  Aliyatul Rizqiyah   (12422034)

 

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM

PRODI PENDIDIKAN PANCASILA

2012 / 2013

1

KATA PENGANTAR

بسم الله الرحمن الرحيم

       Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena berkat karunia dan hidayah-Nyalah sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

      Dalam penyusunan makalah ini kami mengalami berbagai kesulitan dan hambatan, tetapi dengan niat yang ikhlas serta tujuan untuk membangun diri, maka makalah ini dapat kami selesaikan.
kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini, masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran-saran dan kritik yang sifatnya membangun.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam penyusunan makalah ini, khususnya Dosen Pembimbing Mata Kuliah.
Harapan penyusun semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Amin Ya Robbal Alamin………

 

 

 

 

Yogyakarta ,19 Desember 2012

                                                                                                                                  Penyusun

 

 

 

                                                                                                                                   

 

 

 

2

DARTAR ISI

 

Kata pengantar………………………………………………………………………………………………………….1

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………………………..2

BAB I . PENDAHULUAN ……………………………………….………………………….…………………………3

  • Latar  belakang nasionalisme pancasila……………………….……………………………3
  • Identifikasi masalah…………………………………………………….…………………………..3
  • Pendekatan …………………………………………………………………………………………….3

BAB II. PEMBAHASAN……………………………………………………………………..………………………..5

  • Pandangan pancasila terhadap nasionalisme Indonesia………………………5
  • Hubungan nasionalisme Indonesia dengan pancasila…………………….……6
  • Nasionalisme pancasila dalam kajian makna sila sila pancasila indonesia……7

BAB III. PENUTUP …………………………………………………………………………………..………………10

  • Kesimpulan ………………………………………………………………………………..……………….10
  • Saran ………………………………………………………………………………………………………….10
  • Daftar pusaka ……………………………………………………………………………..………………11
  • Lampiran lampiran………………………………………………………………………………………12

 

 

 

 

 

 

 

 

3

BAB I

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Saat ini masalah globalisasi mulai merambah Indonesia di sgala bidang. Ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya. Contoh saja dalam perkembangan teknologi , masyarakat makin mudah untuk mendapatkan informasi dari luar negri. Namun di sisi lain hal ini juga dapat berdampak buruk.

Globalisasi dapat mengikis nasionalisme dan nilai-nilai pancasila di Indonesia. Globalisasi dapat menghilangkan identitas dan karakter bangsa. Maka dari itu perlu memupuk rasa nasionalisme dan penguatan nilai-nilai pancasila terutama generasi muda karena mereka di nilai masih cukup labil dalam menghadapi globalisasi. Selain itu juga di utamakan pada masyarakat daerah perbatasan agar kedaulatan republic Indonesia tetap utuh.

 

RUMUSAN MASALAH

  1. Apa pandangan pancasila bagi nasionalisme Indonesia?
  2. Bagaimana hubungan nasionalisme dengan pancasila?
  3. Bagaimanakah nasionalisme pancasila dalam kajian makna sila sila pancasila Indonesia?

PENDEKATAN

        Saat ini banyak pendapat tentang nasionalisme, mungkin tertarik dengan komentar yang menantang yaitu ” Nasionalisme bangsa ini sedang dalam titik rendah “. Kami pikir sangat menarik banyak pendapat/penulis yang menyumbangkan pikiranya, sesuai versi masing-masing. Kami juga pernah membaca, dan akan kami coba menuangkannya, siapa tau ada manfaatnya .

       Vesnia Pasic ( 1998 ) seorang direktur Pusat Tindakan Anti Perang di Beograd menyebutkan nasionalisme sebagai paham kebangsaan. Untuk menyederhanakan pengertian, kami setuju dengan pendapat ini. Namun paham kebangsaan itu sendiri juga berkembang sesuai perkembangan jaman. Pasic mengutarakan bahwa paham nasionalisme (khususnya saat Perang Dunia II )diletakan dalam kerangka perjuangan mengdapatkan kembali wilayah guna melindungi rekan sebangsa atau “harta pusaka” bangsa. Robert L Hardgrave (1993) mengkaji tentang nasionalisme di India sebagai jati diri rakyat India yang dibentuk melalui konstitusi. Konstitusi harus memayungi berbagai keragaman seperti kebebasan beragama, budaya bahasa, minoritas

4

serta kasta. JJ Rousseau (1964) mengutarakan masyarakat yang dibatasi oleh derajat kemempuan manusia dipertemukan kebiasaan manis untuk saling berjumpa dan saling mengenali, merubah rasa cinta tanah air menjadi rasa cinta sewarga negara, bukan cinta tanah kelahirannya. Yulie Mostov (1993) mengartikan anggota kebangsaan dibatasi oleh garis keturunan, yang dianggap     sama dengan kesamaan bahasa, agama, mitos, dan kebudayaan. Identitas kebangsaan dihubungkan dengan keturunan etnik yang dianggap sama. Hak kewarganegaraan dipandang bukan sebagai hak perorangan yang dibagi sama kepada semua orang, melainkan hak kolektif dari kelompok etnik atau kebangsaan. Bangsa dipahami sebagai sebagai satu bentuk keluarga besar.

       Berdasarkan Ensiklopedi Nasional Indonesia Nasionalisme adalah paham kebangsaan yang tumbuh karena adanya persamaan nasib dan sejarah serta kepentingan untuk hidup bersama sebagai sebuah bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, demokratis dan maju didalam suatu kesatuan bangsa dan negara serta cita cita bersama guna mencapai, memelihara identitas, persatuan, kemakmuran bangsa yang bersangkutan. Bung Karno dalam tulisanya yang berjudul Dibawah Bendera Revolusi ( 1965) mengutip pendapat dari Ernest Reenan (1882) yang sangat terkenal bahwa Bangsa ini harus ada suatu nyawa, suatu azas akal yang terjadi dua hal yaitu pertama rakyat dulunya harus bersama sama menjadi satu riwayat, keduarakyat itu sekarang harus mempunyai kemauan, keinginan untuk hidup bersatu.Bukanya jenis (ras), bukan bahasa, bukan pula batasbatas batas negeri yang menjadi bangsa itu. Nasionalisme adalah suatu iktikad,suatu keinsyafan rakyat, bahwa rakyat itu ada satu golongan, satu bangsa. Rasa nasionalisme akan menimbulkan rasa percaya dirisebagai sebuah bangsa untuk mempertahankan negara ini dari serangan ? gangguan bangsa lain. Pendapat seorang Profesor senior Deliar Noor (2003) juga senada dengan pendapat tersebut diatas. Bahwa nasionalisme tidak dibangun dari kesamaan suku bangsa, ras, bahasa ataupun agama. Yang mengutamakan bangsa adalah pengalaman yang lebih banyak persamaanya dimasa lalu,sehingga muncul kebersamaan yang ingin dilanjutkan lebih jauh dimasa depan. Pemupuk terkuat adalah pengalaman pahit masa lalu, pemupuk lain adalah harapan yang didambakan dimasa depan. Maka sebuah bangsa akan tergantung pada kemauan bangsa itu untuk meraih masa depan yang lebih baik. Bangsa Indonesia yang sudah mengalami penderitaan selama penjajahan berabad abad dengan segala pahit getirnya membentuk perasaan senasib dan solidaritas yang sangat tinggi, sehingga disaat perang kemerdekaan sampai dengan awal kemerdekaan begitu tinggi rasa nasionalismenya. Jaman bergerak kedepan, tantangan juga bergerak mengisi kemerdekaan, bahkan sampai dengan reformasi. Nilai dasar nasionalisme tidak berubah, tetapi ujud nasionalismenya seperti apa ? Ada semacam jajak pendapat yang dilakukan harian terkenal kepada anak SMA di Bandung dan dimuat pada hari jumat 22 agustus 08,. Mereka katakan nasionalisme kelompok mereka diujudkan dengan belajar yang sungguh sungguh, mengikuti upacara bendera, tidak mengkonsumsi narkoba dsb. Pada acara televisi swasta, sebuah iklan pencitraan diri dari tokoh parpol tertentu mengatakan bahwa nasionalisme adalah kerja keras, jujur,  anti KKN, dsb. Barangkali semuanya benar dalam mempersepsikan nasionalisme masa sekarang. Semua pikiran, niat,perbuatan yang baik bagi pembangunan bangsa ini akan menjadi perekat bangsa. Sebaliknya hal hal yang tidak baik akan berpotensi ”menghancurkan bangsa ini”. Itulah salah satu makna nasionalisme yang diujudkan disaat Indonesia mebengun sekarang ini

5

BAB II

PEMBAHASAN

  1. Pandangan pancasila terhadap nasionalisme Indonesia

Pada prinsipnya Nasionalisme Pancasila adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.

Prinsip nasionalisme bangsa Indonesia dilandasi nilai-nilai Pancasila yang diarahkan agar bangsa Indonesia senantiasa :

  1. Menempatkan persatuan–kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau kepentingan golongan.
  2. Menunjukkan sikap rela berkorban demi kepentingan bangsa dan Negara.
  3. Bangga sebagai bangsa Indonesia dan bertanah air Indonesia serta tidak merasa rendah diri.
  4. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antara sesama manusia dan sesama bangsa.
  5. Menumbuhkan sikap saling mencintai sesama manusia.
  6. Mengembangkan sikap tenggang rasa.
  7. Tidak semena-mena terhadap orang lain.
  8. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
  9. Senantiasa menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
  10. Berani membela kebenaran dan keadilan.
  11. Merasa bahwa bangsa Indonesia merupakan bagian dari seluruh umat manusia.
  12. Menganggap pentingnya sikap saling menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah.

Para ilmuwan politik biasanya menumpukan  penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti nasional sosialisme, pengasingan dan sebagainya. Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang popular berdasarkan pendapat warga negara, etnis, budaya, keagamaan dan ideologi. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampur adukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.

  1. Nasionalisme kewarganegaraan (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, “kehendak rakyat”; “perwakilan politik”.

 

6

  1. Nasionalisme etnis adalah sejenis nasionalisme di mana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh Johann Gottfried von Herder, yang memperkenalkan konsep Volk (bahasa Jerman untuk “rakyat”).
  2. Nasionalisme romantik (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semula jadi (“organik”) hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat romantisme.
  3. Nasionalisme Budaya adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya “sifat keturunan” seperti warna kulit, ras dan sebagainya.
  4. Nasionalisme kenegaraan ialah variasi nasionalisme kewarganegaraan, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan.
  5. Nasionalisme agama ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. (Oleh : Rafans Manado – dari berbagai sumber),-

 

  1. Hubungan nasionalisme Indonesia dengan pancasila

 Menurut bahasa-bahasa kamus, nasionalisme diartikan sebagai paham kebangsaan atau kecintaan terhadap tanah air. Menurut penulis, nasionalisme dapat berarti perluasan makna atau bentuk perwujudan sikap yang bersumber dari rasa cinta tanah air tersebut. Inti dari nasionalisme adalah menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan. Nasionalisme juga berarti memandang Bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan (Wawasan Nusantara). Usaha mengembangkan nasionalisme membutuhkan sikap toleransi terhadap perbedaan SARA yang ada di Indonesia yang sesuai dengan asas Bhinneka Tunggal Ika. Nasionalisme bangsa Indonesia harus dijiwai dengan semangat untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara.
Secara sederhana, nasionalisme dapat kita lakukan dengan mengenal dan memahami ideologi, lambang, 

bendera, dan lagu kebangsaan negara Indonesia. Dalam tingkatan yang lebih luas lagi, nasionalisme diwujudkan dengan melakukan hal-hal yang berguna bagi kemajuan bangsa, seperti keberhasilan membuat pesawat N-250 Gatotkaca, meraih emas dalam Olimpiade Sains Internasional, atau keberhasilan TNI-AL membuat Kendaraan Tempur Bawah  air (KTBA).
Keteladanan Bagi Pemuda-Pemudi

7
Perkembangan pemikiran manusia juga dipengaruhi oleh lingkungannya karena pada dasarnya manusia selalu mengalami fase pembelajaran untuk menempuh hidup. Begitu juga dengan perkembangan rasa nasionalisme di kalangan kaum muda Indonesia yang membutuhkan keteladanan dari lingkungan sekitar dan pemimpin bangsa. Kentalnya nasionalisme di kalangan kaum muda pada zaman perjuangan untuk merebut kemerdekaan dikarenakan pada masa itu, para kaum muda begitu akrab dengan suasana heroik untuk melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan. Dalam era perang kemerdekaan, para pemuda-pemudi menghadapi musuh bersama, yaitu Belanda dan Jepang. Dalam era globalisasi yang seharusnya dimanfaatkan untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala bidang, malah membuat kaum muda seperti kehilangan identitasnya sebagai generasi penerus bangsa. Hal tersebut dikarenakan mulai bergesernya nilai-nilai Pancasila yang tidak lagi diutamakan dalam mendasari perilaku hidup sehari-hari dan organisasi. Pancasila semestinya berfungsi sebagai filter terhadap berbagai budaya asing yang masuk ke Indonesia, tetapi ironisnya nilai-nilai Pancasila di kalangan kaum muda malah berkurang karena pengaruh-pengaruh asing tersebut.
Adanya reformasi tahun 1998 menunjukkan bahwa bangsa Indonesia berusaha menuju ke arah yang lebih baik. Hal yang harus dipahami adalah bahwa usaha untuk menuju Indonesia ke arah yang lebih baik tersebut haruslah tetap berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Apa yang sudah terjadi tidak dapat dikembalikan, termasuk mulai lunturnya nasionalisme kaum muda pada saat ini. Oleh karena itu, dengan momentum HUT Republik Indonesia ke-62 ini, kita lakukan penyegaran kembali terhadap nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme yang mulai luntur.

  1. Penjelasan nasionalisme pancasila dalam kajian makna sila sila pancasila Indonesia

      Secara nyata dapat dilihat bila berbicara Pancasila sebagai dasar negara,maka yang terjadi seharusnya adalah bagaimana Negara ini berusaha dengan berbagai upaya untuk menegakkan masyarakat yang berkeutuhan adil dan bermoral,mempunyai jiwa ukhuwah (persaudaraan) atau kebersamaan,demokrasi dan menciptakan kemakmuran masyarakat sesuai dengan cita-cita pendiri bangsa ini. Pertanyaannya adalah sudahkah semua itu terlaksana,atau adakah usaha penegakan terhadap terlaksananya nilai-nilai Pancasila dengan sebenar-benarnnya atau bahkan sebaliknya banyak kalangan baik itu para pejabat atau masyarakat secara umum menjadi orang yang “munafuk” dan berperilaku tidak sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa ini yang menjadi menusia yang mengingkari Pancasila.

Jadi,sudah menjadi suatu keharusan apabila bangunan nasionalisme yang ditegakkan ,baik sekarang maupun kedepan smapai waktu yang tidak terbatas,adalah tetap berpegang pada nilai-

8

nilai nasionalisme yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini. Selanjutnya , perlu dikemukakan bahwa jika menengok kebelakang,nasionalisme yang digunakan sebagai alat pemersatu oleh para pendiri bangsa ini adalah nasionalisme yang mentauladani sifat-sifat Tuhan,cinta akan keadilan,egaliter dan menghargai hak asasi manusia. Inilah bentuk perwujudan dari nilai-niali Pancasila. Sekarang,sebagai kritik apa yang telah dilalukan oleh masyarakat bangsa ini,perlu dilihat apakah pengalaman nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sudah tercapai,oleh karena itu sekedar pengingat tampaknya perlu diulas kembali makna sila-sila yang ada dalam Pancasila.

   Pertama, jika mengkaji dari sila “Ketuhanan Yang Maha Esa“ sila ini menunjukkan bahwa apa yang berlaku di Negara ini, baik yang mengenai kenegaraan,kemasyarakatan maupun perorangan harus sesuai dengan sifat-sifat Tuhan yang tak terbatas, misalnya Maha Besar, Maha Agung, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Mengetahui dan sebagainya. Azhar Basyir menyebutkan bahwa silamini merupakan dasar kerohanian,dasar moral bagi masyarakat Indonesia dalam penyelenggaraan wajib menghargai, memperhatikan dan menghormati petunjuk-petunjuk Tuhan Yang Maha Esa,dan tidak boleh menyimpangnya. Jadi jelas bahwa sila ini dapat menjadi unsur untuk memimpin ke jalan kebenaran,keadilan,dan persaudaraan sifat-sifat yang dimiliki Tuhan.

    Kedua,sila”Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” dapat diartikan bahwa bagaimana dengan sila ini masyarakat bangsa Indonesia menjadi manusia yang berpegang pada nilai adil dan berakhlak mulia. Cirri manusia yang adil dan beradab dapat ditunjukkan dalam perbuatan yang tidak hanya mementingkan kehidupan jasmaniyah dan lahiriyah saja, melainkan juga kehidupan rokhani.

    Ketiga dari sila “Persatuan Indonesia” tampak bahwa para pendiri bangsa ini sadar bahwa tanpa persatuan dan kesatuan ,maka tujuan bersama yang pada waktu itu dijadikan alat untuk melepaskan dari cengkeraman kolonialisme,tidak akan terwujud. Mereka juga sadar bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dan olural,yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai pulau,suku,bahasa,agama dan kepercayaan.

    Keempat,dapat dikemukakan bahwa sila “ Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan” ini menunjukkan pada keharusan adanya kerakyatan atau demokrasi yang tentunya memperhatikan dan menghormati nilai ketuhanan dan agama. Kerakyatan atau demokrasi semacam ini berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara harus dilakukan dengan cara bermusyawarah yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan misalnya dalam agama Islam sendiri menganjurkan agar selalu bermusyawarah untuk memecahkan apa pun permasalahannya.

    Kelima,sila “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” pada umumnya dapat diartikan bahwa setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan kita bersama,jadi membangun keadilan social berarti menciptakan struktur-struktur yang memungkinkan terlaksananya keadilan. Jelas,bahwa konsekuensi yang harus dijalankan adalah

9

kepentingan individu dan kepentingan umum harus dalam suatu keseimbangan yang dinamis,yang harus sesuai dengan keadaan,waktu dan perkembangan zaman. Dalam prakteknya,keadilan social tercapai apabila dapat memelihara kepentingan umum Negara sebagai        Negara,kepentingan umum para warga Negara bersama,kepentingan bersama dan kepentingan khusus dari para warga Negara secara perseorangan ,suku bangsa dan setiap golongan warga Negara,

    Dalam hal ini ,nilai-nilai Pancasila harus benar-benar dijadikan spirit moralisme untuk merekonstruksi desain Negara bangsa yang penuh keadaan dan mertabat. Tampaknya ,sekarang ini konsep nasionalisme harus segera direka ulang sesuai dengan karakteristik kebangsaan Indonesia mutakhir dengan tetap berpegang pada nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Desain isi nasionalisme Indonesia harus dimaknai bahwa nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang menolak segala bentuk diskriminasi, kedholiman, penjajahan, penindasan, ketidak adilan, serta pengingkaran atas nilai-nilai ketuhanan, sebagaimana yang terkandung dalam Pancasila.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

      Dapat ditegaskan bahwa apabila belajar dari sejarah yang pernah terjadi, nasionalisme Indonesia adalah bentuk perwujudan dari sikap dan tindakan yang anti terhadap praktek-praktek kolonialisme.

     Dengan demikian, nasionalisme Indonesia merupakan suatu bangunan suatu negara yang dibentuk berdasarkan anti penjajahan, penindasan, diskriminasi, kedholiman, ketidak adilan, serta pengingkaran atas nilai-nilai ketuhanan. Dan  apabila manusia di dasari tanpa adanya nilai nilai pancsila maka apa yang akan terjadi dengan sikap dan akhlak manusia dalam Negara ini .

    Sebab nilai nilai ,akhlak dan tingkah laku manusia yang ada di Indonesia ini harus di dasari dengan adanya makna sila sila pancsila negara indonesia sendiri, yang penjadi pedoman hidup bagi negara indonesia.

    Namun, nasionalisme harus dibentuk dan dibangun secara manifestasi melalui berbagai teori dan praktek sehingga mampu menghasilkan sebuah paradigma dan realita.

   Dalam membangun ide nasionalisme secara utuh memerlukan pemahaman dan organisasi berbasis gerakan untuk bertransaksi secara sosial dengan masyarakat, sehingga pada akhirnya terjadi interaksi kuat antara organisasi dan massa dalam satu ide, yaitu nasionalisme dengan berdasarkan makna nilai nilai pancasila .

 

Saran

    Untuk dapat memupuk kembali semangat nasionalisme bangsa Indonesia,dan menjadikan bangsa yang   lebih peduli terhadap sesamanya yaitu dengan  menanamkan makna makna pancasila pada bangsa indonesia. Karena jika kita sudah menjadi bangsa yang adil,peduli dan Sejahtera Niscaya Rasa Nasionalisme kita pun akan tinggi dan Rakyat semakin bangga dengan bangsa dan Negara Indonesia tercinta ini.

 

 

 

 

11

DAFTAR PUSTAKA

 

http://rani-littleworld.blogspot.com/2011/09/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

http://patriotindo.wordpress.com/2012/09/12/memahami-tentang-nasionalisme-pancasila/

http://sosiologibudaya.wordpress.com/2011/04/05/nasionalisme/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12

LAMPIRAN

 

Foto Bung Karno menyampaikan pidato tentang nasionalisme pancasila Indonesia dan makna sila sila pancasila

 

 

Indonesia adalah Negara yang merdeka ,dan harus berpedoman makna sila sila pancasila agar menjadi bangsa yang adil dan peduli terhadap sesamanya serta memupuk persatuan Indonesia.

One thought on “MAKALAH PENDIDIKAN PANCASILA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s